mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI — Di balik lancarnya aliran air ke ribuan pelanggan, terdapat kerja teknis yang jarang terlihat publik. Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri Kabupaten Sukabumi memilih bergerak lebih awal, menata ulang fondasi infrastruktur penunjang di wilayah Barujagung, Kecamatan Nagrak, sebagai bagian dari agenda penguatan layanan tahun anggaran 2025–2026.

Bukan sekadar proyek fisik biasa, perusahaan daerah itu mengalokasikan anggaran Rp482.612.000 untuk membangun struktur penahan tanah di sekitar fasilitas strategis sistem penyediaan air minum. Langkah ini diposisikan sebagai tameng awal menghadapi potensi pergerakan tanah dan ancaman longsor yang kerap membayangi kawasan dengan kontur labil.

Manajemen menegaskan, keberlangsungan distribusi air tak hanya ditentukan oleh jaringan pipa dan instalasi pengolahan. Stabilitas lahan tempat fasilitas berdiri menjadi faktor krusial yang menentukan kesinambungan pelayanan. Ketika fondasi terganggu, risiko gangguan suplai menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Karena itu, pendekatan yang diambil bersifat preventif. Pembangunan pondasi penahan tanah diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga aset perusahaan tetap aman sekaligus meminimalkan potensi kerugian akibat kerusakan infrastruktur.

Pendanaan proyek bersumber dari internal perusahaan untuk periode 2025–2026. Kebijakan ini mencerminkan komitmen memperkuat daya tahan sistem tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan eksternal. Optimalisasi tak lagi dimaknai sebatas ekspansi jaringan, tetapi juga memperkokoh titik-titik vital yang menopang sistem secara keseluruhan.

Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan karakter geografis Sukabumi yang dinamis, pengamanan struktur lahan menjadi langkah strategis. Perumda menargetkan, dengan fondasi yang lebih kokoh, layanan air minum dapat berlangsung stabil, aman, dan konsisten.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa ketahanan layanan publik dibangun dari detail-detail teknis yang terencana. Ketika mitigasi risiko dilakukan sejak dini, kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih pun dapat terus terjaga.

Reporter  : Asep lodaya