mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Sinergi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMI) melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Warung Kiara, Kecamatan Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Rabu ( 8/7/2026 ).

Mengusung tema mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan, kelompok KKN ini menjalankan empat program utama yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Salah satu program utama yang menjadi fokus kegiatan adalah Mitigasi Bencana sebagai program wajib KKN. Melalui kegiatan simulasi, penyuluhan, dan sosialisasi, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat serta siswa-siswi di lingkungan Desa Warung Kiara

mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi bencana. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayah tersebut.

Selain itu, Kelompok 10 juga melaksanakan program Warung Kiara Hijau sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi geografis desa yang berada pada kawasan dengan tingkat kerawanan pergeseran tanah kategori zona kuning.

Kegiatan ini diwujudkan melalui aksi penanaman pohon bersama masyarakat sebagai upaya memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko longsor yang dapat mengancam kawasan permukiman.

Dalam upaya mengatasi persoalan pengelolaan sampah, mahasiswa menghadirkan inovasi berupa Rocket Stove atau tungku roket. Program ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara yang mudah dijangkau masyarakat, sehingga masih banyak warga yang membakar sampah secara sembarangan di sekitar rumah.

Kehadiran rocket stove diharapkan menjadi solusi yang lebih aman dan terpusat dalam pengelolaan sampah, sekaligus membantu mengurangi pencemaran udara yang berdampak pada kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Program berikutnya adalah Sekolah Mitigasi Bencana, yang ditujukan bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini melalui materi edukatif dan praktik sederhana mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Muhammad Balyan, selaku Ketua Kelompok Mahasiswa KKN Kelompok 10 berharap seluruh program yang telah dirancang tidak hanya berlangsung selama masa pengabdian selama 40 hari, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.

“Kami berharap masyarakat dapat melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun bersama selama KKN, terutama dalam menjaga lingkungan dan mengurangi praktik pembakaran sampah sembarangan.

Keberhasilan program ini tentu membutuhkan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, serta pemerintah desa,” ungkap ” Muhammad Balyan, salah satu perwakilan Kelompok 10.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pengurus RW terkait teknis pembuatan, penempatan, serta penggunaan rocket stove.

Edukasi mengenai manfaat dan tata cara pemanfaatannya akan terus dilakukan agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Melalui berbagai program tersebut, Kelompok 10 Sinergi UMI, berharap dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Warung Kiara,

sekaligus mendorong terwujudnya desa yang lebih tangguh terhadap bencana serta lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Report : Agus .S