mediakrimsustnipolri.com
Tim Gabungan Bagi Operasi ke 5 Titik, Cuaca dan Gelombang Jadi Tantangan
PANDEGLANG – Polda Banten bersama Basarnas, TNI, dan unsur terkait terus melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan media yang dilaporkan belum dapat dihubungi setelah melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (9/9), tim gabungan mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WIB. Pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi wilayah operasi ke dalam lima titik pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Kabid Humas Polda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan untuk hari ini merupakan pencarian hari kedua. Tim gabungan secara terpadu melakukan pencarian di lima titik yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kurang lebih 250 personel dilibatkan, baik yang berada di darat maupun di laut,” ujar Irjen Pol. Hengki.
Pencarian Dimulai Sejak Terima Laporan Lost Contact
Selanjutnya, Irjen Pol. Hengki menjelaskan informasi mengenai rombongan media yang mengalami lost contact diterima pada Selasa (8/9). Setelah menerima informasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak dan melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik perjalanan rombongan.
“Hari pertama pencarian dilaksanakan pada Selasa setelah kami mendapatkan informasi bahwa rombongan tersebut lost contact. Sampai dengan hari kedua ini, seluruh unsur terus bahu-membahu melaksanakan operasi pencarian,” jelasnya.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan
Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca dan perairan menjadi salah satu tantangan bagi tim di lapangan. Berdasarkan pemantauan sementara, kondisi angin cukup kencang dengan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 2 meter.
“Tim masih berada di lapangan dan terus kami monitor. Kondisi cuaca, angin cukup kencang dan gelombang sekitar satu sampai dua meter. Kami terus memantau perkembangan pencarian dari posko di Carita,” ujarnya.
Imbauan kepada Masyarakat Pesisir
Irjen Pol. Hengki juga mengimbau masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan yang sedang beraktivitas di laut, untuk tetap memperhatikan keselamatan dan mematuhi ketentuan terkait aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau yang saat ini masih mengalami erupsi.
“Masyarakat di wilayah pesisir dan para nelayan kami imbau untuk tetap mematuhi ketentuan keselamatan dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditetapkan, yaitu lebih dari tiga kilometer,” imbaunya.
Di akhir, Irjen Pol. Hengki meminta kepada masyarakat maupun nelayan yang menemukan benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, termasuk pelampung atau barang lain yang diduga berkaitan dengan rombongan yang sedang dicari, untuk segera melapor.
“Apabila masyarakat atau nelayan menemukan benda-benda mencurigakan atau benda yang terapung di laut, segera informasikan kepada petugas atau posko kami yang berada di Carita. Informasi tersebut akan membantu tim untuk segera melakukan pengecekan dan langkah pencarian,” tutupnya.
Sumber : Bidhumas Polda Banten
Tim Redaksi






