mediakrimsustnipolri.com
BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, terukur, dan tepat sasaran untuk memastikan setiap program kepolisian memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Perencanaan tahun 2026 di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin (14/9/2026).
Dalam arahannya, Kapolda mengatakan fungsi perencanaan memiliki posisi strategis dalam menentukan arah organisasi, terutama dalam menyusun program dan penganggaran yang sesuai dengan kebutuhan serta prioritas tugas kepolisian.
“Rakernis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, menentukan langkah strategis, serta menjadi bagian dari tahapan penyusunan dan penyelarasan dokumen perencanaan dan penganggaran Polri,” ujarnya.
Menurutnya, organisasi sebesar Polri membutuhkan arah yang jelas, fondasi yang kuat, dan perencanaan yang matang. Ketiganya menjadi landasan agar setiap program dan anggaran dapat digunakan secara efektif serta memberikan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menekankan, perencanaan tidak boleh berhenti pada pemenuhan administrasi. Setiap rencana harus berangkat dari kebutuhan riil di lapangan dan diarahkan untuk meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan publik.
“Perencanaan yang baik bukan sekadar dokumen, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan organisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin dinamis, Kapolda Aceh juga menekankan agar jajaran fungsi perencanaan mengutamakan skala prioritas dan efisiensi. Setiap satuan kerja diminta mampu membedakan program yang benar-benar wajib dengan program yang bersifat pendukung.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya memperkuat kerja sama lintas fungsi, tidak ada ego sektoral, serta menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Perencanaan harus disusun berdasarkan data dan kebutuhan nyata, bukan sekadar keinginan atau asumsi.
“Justru di tengah keterbatasan itulah kreativitas dan inovasi kita harus muncul. Cari cara-cara baru yang lebih efektif dan efisien serta lakukan simplifikasi proses bisnis agar kita bisa mencapai hasil yang lebih maksimal dengan sumber daya yang optimal,” ungkapnya.
Kapolda berharap Rakernis menghasilkan rumusan strategis yang realistis dan dapat langsung menjadi pedoman bagi jajaran dalam menjalankan fungsi perencanaan.
“Kita tidak ingin kegiatan ini tanpa arah dan tidak berdampak apa pun. Kita ingin menghasilkan strategi perencanaan dan penganggaran yang realistis dan dapat menjawab kebutuhan organisasi,” tuturnya.
PEMBERIAN PENGHARGAAN
Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja yang menunjukkan kinerja dan komitmen dalam pelayanan publik serta tata kelola organisasi.
1. Penghargaan Kapolri untuk Unit Pelayanan Publik kategori Pelayanan Prima: Polres Lhokseumawe, Polres Langsa, Polres Aceh Tamiang
2. Penghargaan Kapolda Aceh untuk Satker dan Satwil paling aktif dalam pengisian aplikasi SI-ABK Tahun 2025: Satbrimob Polda Aceh, Polres Lhokseumawe
3. Penghargaan Satker dan Satwil dengan nilai AKIP tertinggi Tahun 2026: Itwasda Polda Aceh, Polres Lhokseumawe
Kapolda Aceh sangat mengapresiasi capaian tersebut dan berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Rakernis diikuti 125 peserta yang terdiri atas 56 peserta dari Polda Aceh dan 69 peserta dari Polres/Polresta jajaran. Peserta meliputi para Wakapolres, Kabag Perencanaan, Kasubbag Renmin/Kaur Renmin, serta operator fungsi perencanaan. Turut hadir Wakapolda Aceh dan para pejabat utama Polda Aceh.
Sumber : Bidhumas Polda
Tim Redaksi






