. Kayak hidup, dua sisi yang gak bisa dipisah. Ada-tiada, siang-malam… semua muter ke Dia Yang Satu.
“Akal sebagai cahaya dalam hati” — indah banget. Pas akal nurut sama hati yang bening, langkah jadi tenang walau jalannya naik turun.
Kopiku hanyalah penanda tentang keniscayaan hidup, bahwa segala sesuatu tampak dalam dua kenyataan yang berlawanan: ada dan tiada, lama dan baru, siang dan malam, hitam dan putih, bahagia dan sedih, suka dan duka.
Namun sejatinya, semuanya berawal dan berakhir pada Yang Satu. Jadikan akalmu cahaya dalam hati, permata dalam jiwa; akal yang terikat oleh kebeningan hati. Semakin lembut hatimu, semakin hadir nilai-nilai rohani dalam kehidupanmu.
Secangkir Kopi Emang Guru Paling Jujur: Pahit Di Awal, Manis Di Akhir

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini




