mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi Jawa Barat – Di tengah dinamika bangsa, nilai kepemimpinan yang jujur, amanah, dan berpihak pada rakyat menjadi kebutuhan mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., menyampaikan gagasan utama: “Pemimpin Berintegritas, Negara Sejahtera, Rakyat Bahagia”. ( 8 /6/2026).

Pesan ini bukan sekadar slogan. Melalui 6 Pilar Kepemimpinan yang dirumuskannya, Oki Prasetiawan mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin dan calon pemimpin, untuk menjadikan amanah sebagai kompas utama dalam setiap kebijakan dan tindakan.

*1. Jabatan adalah Amanah, Bukan Hak Milik*

Kekuasaan dan kursi jabatan bukanlah kemenangan pribadi. Itu titipan suci dari rakyat yang mempercayakan nasibnya. Segala yang dititipkan pasti akan diminta pertanggungjawabannya, baik kepada hukum, sejarah, maupun Tuhan Yang Maha Kuasa.

*2. Negara Ada untuk Rakyat, Bukan Sebaliknya*

Pemimpin ada karena rakyat. Karena itu, setiap kebijakan, aturan, dan keputusan harus berpusat pada kesejahteraan, keadilan, dan perlindungan bagi seluruh warga negara. Terutama mereka yang lemah, miskin, dan terpinggirkan.

*3. Tegakkan Keadilan sebagai Pondasi Utama*

Hukum dan keadilan adalah nyawa negara. Pemimpin tidak boleh menundukkan kebenaran demi kekuasaan, dan tidak boleh membiarkan hukum berpihak pada yang kaya atau berkuasa. Berani berkata “benar itu benar, salah itu salah” meski pahit dan berat.

*4. Integritas: Kekayaan Paling Berharga Seorang Pejabat*

Uang dan kekuasaan bisa habis, tetapi nama baik, integritas, dan jejak kebaikan akan abadi dikenang. Pejabat harus menjaga hati dan tangan dari hal-hal haram: korupsi, kolusi, nepotisme. Teladan nyata: apa yang diucapkan harus sama dengan yang dilakukan.

*5. Semangat Rahmatan lil ‘Alamin: Menjadi Berkah bagi Semua*

Kepemimpinan sejati membawa rahmat, kedamaian, dan manfaat bagi seluruh elemen bangsa. Perbedaan suku, agama, dan golongan bukan tembok pemisah, melainkan jembatan penyatu yang dirawat melalui kebijakan yang adil dan inklusif.

*6. Jejak Langkah akan Dicatat Sejarah*

Waktu jabatan akan berlalu, tetapi jejak yang ditinggalkan menjadi catatan abadi. Bekerjalah seolah-olah sedang menulis sejarah. Sebab sejarah menilai kinerja, rakyat menanti harapan, dan Tuhan Maha Mencatat segala perbuatan.

“Pemimpin besar bukan yang paling berkuasa, melainkan yang paling banyak memberi manfaat dan paling taat pada amanah,” ujar Oki Prasetiawan.

“Karena itu bekerjalah dengan ikhlas. Rakyat menanti harapan, sejarah menilai kinerja, dan Tuhan Maha Mencatat segala perbuatan,” tambahnya.

Nilai Amanah, Integritas, Keadilan, Kebersamaan, dan Kebaikan menjadi ruh dari setiap langkah. Dengan melayani menggunakan hati, menegakkan keadilan, menjaga integritas, membangun persatuan, serta mewujudkan kesejahteraan, cita-cita negara sejahtera dan rakyat bahagia dapat terwujud.

Pesan ini diharapkan menjadi pengingat dan gerakan moral bersama: bahwa tujuan utama kekuasaan adalah mengabdi, bukan berkuasa.

*Tentang Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H.*

Oki Prasetiawan adalah sosok yang konsisten menyuarakan pentingnya kepemimpinan berintegritas. Dengan latar belakang pendidikan Manajemen, Hukum, dan Magister Hukum, ia menekankan bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari karakter, bukan sekadar jabatan.

Red