
mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – Di tengah gempuran era modern dan produk pabrikan massal, masih ada sosok yang setia menjaga warisan budaya Nusantara. Salah satunya adalah Vank Bedog, pandai besi yang kini menetap di Kampung Rambay Suka Mantri, RT 026 RW 08, Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Vank sebenarnya merupakan perajin yang berasal dari wilayah Cibatu, namun memutuskan pindah ke Sukamantri demi mencari tempat yang lebih strategis untuk mengembangkan usahanya sekaligus lebih dekat dengan akses komunitas pecinta golok dan budaya tradisional. Di bengkel kecilnya, Vank dikenal sebagai pembuat berbagai jenis golok—mulai dari golok kerja, golok IPSI, golok sembelih, hingga golok custom sesuai permintaan pembeli.
Dalam setiap karyanya, Vank menggunakan material pilihan seperti baja per, baja modern, baja Bohler, K110, N695, dan baja selap. Ia bahkan membuka opsi bagi pelanggan untuk membawa bahan sendiri, menjadikannya salah satu pandai besi yang fleksibel namun tetap menjaga kualitas tinggi.
“Setiap bilah golok bukan hanya soal ketajaman, tapi menyimpan nilai sejarah dan jati diri. Inilah yang membuat saya terus menekuni pekerjaan ini,” ujar Vank saat ditemui di bengkelnya.
Tak hanya digemari oleh warga lokal Sukabumi, karyanya pun mulai dikenal di luar daerah. Salah satu jenis unggulan buatannya, golok IPSI, bahkan telah menembus pasar mancanegara dan sampai ke tangan para kolektor serta pecinta budaya tradisional di Asia hingga Eropa. Hal ini membuktikan bahwa golok khas Indonesia, khususnya buatan tangan perajin lokal, memiliki nilai artistik dan fungsi yang diakui dunia.
“Alhamdulillah, golok IPSI buatan saya sudah sampai ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunei, Jerman, dan Belanda. Ini jadi kebanggaan tersendiri sebagai pengrajin daerah,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang ingin melihat langsung proses pembuatan atau memesan golok khas buatan tangan, dapat menghubungi 0896-3596-0928.
Dengan semangat pelestarian dan dedikasi tinggi, Vank Bedog tidak hanya menjaga bara api tungku tetap menyala, tetapi juga menjaga api tradisi dan budaya agar tak padam di tengah zaman. Namanya kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu pengrajin lokal yang mampu mengangkat citra golok Nusantara ke pentas global.
Reporter:Asep lodaya




