SUKABUMI –Krimsus TNI Polri

Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik dan transparansi sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan perusahaan menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah mahasiswa di Kantor Perumdam TJM, Selasa (4/8/2026).

Humas Perumdam TJM, Teliana Demorani, menjelaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan kepada publik selama ini selalu mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Menurutnya, perusahaan senantiasa terbuka terhadap berbagai bentuk kritik, saran, maupun masukan yang disampaikan masyarakat.

“Kami sangat terbuka dan transparan. Jika ada aspirasi, baik berupa kepuasan, ketidakpuasan maupun keluhan dari konsumen, kami siap menerima dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Teliana.

Meski demikian, Teliana mengaku menyayangkan aksi demonstrasi tersebut. Ia menyebut pihak perusahaan sebelumnya telah membuka ruang dialog dan mengundang massa aksi untuk melakukan audiensi, namun tawaran tersebut tidak dimanfaatkan.

“Kami sudah mengajak untuk audiensi, tetapi tidak bersedia. Justru memilih melakukan aksi. Saya pribadi agak kecewa karena orasi yang disampaikan tidak langsung pada pokok persoalan, sehingga tuntutannya menjadi kurang jelas,” katanya.

Menanggapi dugaan penyimpangan yang disampaikan dalam aksi tersebut, Teliana menegaskan hingga saat ini pihak perusahaan belum menerima data maupun bukti yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung tuduhan yang disampaikan.

“Mereka menyampaikan memiliki temuan, tetapi ketika kami meminta data atau fakta pendukung, itu tidak diberikan. Kalau memang ada indikasi, tentu harus ada dasar dan bukti yang jelas,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyampaian tuduhan, khususnya yang mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi tanpa didukung bukti yang memadai, dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Kendati demikian, Perumdam TJM tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi secara bertanggung jawab.

“Untuk saat ini kami masih menerima aspirasi. Kami adalah pelayan publik, sehingga tetap terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat dan seluruh stakeholder,” jelasnya.

Menurut Teliana, Perumdam TJM terus melakukan pembenahan internal guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Setiap laporan maupun pengaduan dari masyarakat, kata dia, diupayakan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

“Kami terus berbenah setiap waktu. Jika ada pengaduan dari masyarakat, kami berusaha merespons dengan cepat dan segera melakukan perbaikan,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Teliana menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan profesional. Perumdam TJM juga berkomitmen meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Kami ingin memberikan pelayanan yang handal, transparan, dan akuntabel. Informasi kepada publik akan kami sampaikan secara lebih jelas dan bertahap agar mudah dipahami masyarakat,” pungkasnya.(Resi)