mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI — Suasana pagi di Kampung Cipanggulaan RT 04/01, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam. Warga dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru saja dilahirkan dan ditinggalkan di kebun bambu, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Bayi malang itu ditemukan dalam kondisi hidup, terbungkus kantong plastik hitam dan diletakkan di antara rumpun bambu milik warga. Saat pertama kali ditemukan, tali pusarnya masih menempel dan tubuhnya masih berlumuran darah, menguatkan dugaan bahwa ia baru saja dilahirkan sebelum akhirnya ditinggalkan.

Penemuan bermula dari kecurigaan seorang buruh harian lepas bernama Apen (36), yang saat itu hendak berangkat kerja dan melintasi kebun tersebut. Ia melihat sebuah bungkusan plastik hitam yang tergeletak di tanah. Merasa janggal, Apen memanggil rekannya, Enjang (38), untuk memastikan isi bungkusan itu.

Keduanya dibuat terperanjat ketika membuka plastik dan mendapati seorang bayi laki-laki yang masih bernapas. Tanpa membuang waktu, mereka segera melaporkan temuan tersebut kepada Ketua RT setempat dan warga sekitar.

Bayi tersebut kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Parungkuda untuk mendapatkan penanganan medis. Tenaga kesehatan segera membersihkan tubuh bayi dan menangani tali pusar yang belum terpotong.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi memiliki panjang sekitar 50 sentimeter dengan berat 2,9 kilogram. Kondisinya dinyatakan stabil dan kini masih dalam perawatan intensif pihak puskesmas.

Di balik kabar bahwa nyawa bayi itu berhasil diselamatkan, tersisa pertanyaan besar yang menggantung: siapa orang tuanya dan apa yang melatarbelakangi tindakan penelantaran tersebut?

Kapolsek Parungkuda, AKP Erman, memastikan pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi.

“Kami sudah melakukan cek TKP, meminta keterangan para saksi, dan melakukan langkah-langkah penyelidikan. Dugaan sementara bayi tersebut sengaja ditinggalkan. Kasus ini akan kami dalami dan usut hingga tuntas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi sekecil apa pun terkait peristiwa ini agar segera melapor ke pihak kepolisian.

“Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan. Kami akan menangani perkara ini secara serius dan profesional,” tambahnya.

Saat ini, jajaran Polsek Parungkuda masih melakukan pengumpulan bahan keterangan guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.

Reporter:Asep lodaya