mediakrimsustnipolri.com
JAKARTA 29 Seperti 2026 – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia turun langsung mengunjungi dan memberikan dukungan kepada Louis Hehakaya, siswa kelas VII SMP FX 1 Strada, Tanjung Priok, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang dilaporkan tidak bersekolah sejak Februari 2026.
Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, mengapresiasi langkah Tim DPP RPA Indonesia dan DPD RPA Indonesia Jakarta Utara yang hadir di tengah keluarga Louis untuk memberikan dukungan dan mendorong penyelesaian agar Louis dapat kembali memperoleh hak pendidikannya.
Dalam kunjungan tersebut hadir Desi Balubun, Yoyoh, Yanti, Yusuf Pradika, Zidan, Asriani, Marnih, Yeyen, Tiwul, serta Ida Sapullette yang turut memberikan pendampingan dan perhatian terhadap persoalan Louis.
Berdasarkan keterangan keluarga kepada RPA Indonesia, Louis tidak bersekolah sejak Februari 2026 setelah mengalami persoalan di lingkungan sekolah. Keluarga menyampaikan bahwa Louis pernah mendapat hukuman bernyanyi di depan kelas lain yang diduga disertai ledekan atau ucapan yang membuatnya enggan kembali ke sekolah. Oma Louis disebut telah enam kali mendatangi pihak sekolah untuk mencari solusi.
Ida Sapullette mengatakan persoalan tersebut perlu diklarifikasi secara menyeluruh, termasuk terkait pengalaman Louis dengan guru seni musik, Pak Oki, yang menurut keterangan keluarga berkaitan dengan keengganan Louis kembali ke sekolah.
RPA Indonesia juga telah menyurati Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk meminta audiensi terkait kasus Louis serta sejumlah laporan pendidikan anak lainnya yang diterima RPA Indonesia dari masyarakat.
Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menegaskan bahwa hak pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama.
“Pendidikan bagi anak adalah dasar dan cermin masa depan bangsa Indonesia. Setiap persoalan harus dicari jalan keluarnya dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” tegas Jeannie Latumahina.
Sementara itu, Ida Sapullette menegaskan bahwa RPA Indonesia berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar dan mendampingi persoalan perempuan dan anak, serta mendorong penyelesaian melalui klarifikasi, dialog, dan langkah yang bertanggung jawab agar Louis dapat kembali bersekolah.
Pihak keluarga, khususnya Oma Louis, menyampaikan terima kasih kepada RPA Indonesia atas kunjungan, dukungan, dan doa yang diberikan kepada keluarga serta Louis. Keluarga berharap melalui pendampingan RPA Indonesia, Louis dapat kembali bersekolah sebagaimana mestinya.
“Terima kasih RPA Indonesia,” tutur Oma Louis sambil menghapus air matanya.
RPA Indonesia menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Karena itu, persoalan Louis akan terus didorong melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. ( red)
RPA INDONESIA – Bergerak dengan Setulus Hati, Melindungi dengan Aksi.






