mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi, Jawa Barat – Ketua LSM Rakyat Indonesia Berdaya (RIB) DPC Kota Sukabumi, Lutfi Imanullah, angkat bicara terkait viralnya acara Pool Party Ngoet Fest yang digelar di Santa Sea Water Theme Park, Kota Sukabumi pada Sabtu (19/9/2026) malam.
Acara yang diklaim sebagai pool party pertama di Sukabumi itu menampilkan ratusan anak muda Gen Z berjoget di dalam kolam renang pada malam hari diiringi musik DJ. Video acara tersebut viral di TikTok akun @txtdarisukabumi dengan caption ratusan Gen Z padati pool party.
Lutfi menilai, konsep hiburan tersebut bertentangan dengan jati diri Kota Sukabumi sebagai Kota Santri.
“Sukabumi bukan sekadar branding Kota Santri. Data Kemenag mencatat ada lebih dari 1.100 pesantren dengan 100.000 santri di Kota dan Kabupaten Sukabumi. Julukan itu lahir dari sejarah panjang ulama besar seperti K.H. Ahmad Sanusi.
Ketika Pemkot membiarkan event campur baur laki-perempuan di kolam malam hari dengan pakaian minim dan musik disko sampai jam 10 malam, kita sedang mengikis ruh kota ini,” ujar Lutfi kepada Wartawan, Senin (21/9/2026).
Dari perspektif agama, menurutnya, kegiatan tersebut melukai nilai kesusilaan dan norma kesopanan yang selama ini dijaga masyarakat Sukabumi.
“Kami bukan anti hiburan. Silakan berkreasi, tapi hiburan harus beradab dan beretika. Islam mengajarkan menjaga aurat dan menjaga adab pergaulan di ruang publik. Video yang beredar jelas mempertontonkan hal yang tidak sesuai dengan nilai keislaman,” tegasnya.
Lutfi juga melayangkan kritik keras kepada Pemerintah Kota Sukabumi dan pengelola wisata.
Ia mempertanyakan proses perizinan keramaian dan pengawasan dari Satpol PP, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), serta peran MUI Kota Sukabumi.
“Jangan sampai Pemkot bangga dengan Tugu Asmaul Husna dan label Kota Santri di siang hari, tapi membiarkan marwah Kota Santri dicoreng di malam hari hanya demi tiket Rp 30 ribu. Di mana evaluasi dampak sosial keagamaannya?” kata Lutfi.
LSM RIB mendesak tiga poin:
1. Pemkot Sukabumi mengevaluasi total perizinan event hiburan malam di kawasan wisata air.
2. Pengelola Santa Sea Water Theme Park membuat konsep event yang lebih selektif dan ramah kultur Kota Santri.
3. MUI, DPRD, dan tokoh agama Kota Sukabumi untuk tidak diam dan memberikan sikap tegas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Santa Sea Water Theme Park belum memberikan keterangan resmi terkait kontroversi tersebut. ( red)







