:
mediakrimsustnipolri.com
WARUNGKIARA — Kondisi memprihatinkan SDN Kaum Hegarmanah, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, yang sempat menjadi sorotan publik akibat kerusakan bangunan sekolah, kini mulai memasuki tahap perbaikan.
Sebelumnya, sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Atap bangunan dan plafon yang jebol menyebabkan kebocoran saat hujan turun. Kondisi tersebut bahkan dimanfaatkan kelelawar sebagai tempat bersarang.
Akibatnya, ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman berubah menjadi lingkungan yang lembap, gelap, serta menimbulkan bau menyengat akibat
kotoran hewan. Situasi itu memicu keprihatinan masyarakat setelah video kondisi sekolah viral dan ramai diperbincangkan pada April 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini SDN Kaum Hegarmanah tengah menjalani rehabilitasi untuk kategori kerusakan sedang dan berat melalui program yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi dengan nilai anggaran sebesar Rp130.200.000.
Namun, di tengah dimulainya proses pembangunan tersebut, muncul sorotan terkait keterbukaan informasi. Saat dikonfirmasi mengenai pelaksanaan rehabilitasi, pihak sekolah disebut menolak dilakukan peliputan.
Kepala SDN Kaum Hegarmanah, Agus, mengaku khawatir pemberitaan terkait pembangunan sekolah dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Waktu yang sudah diliput Pak, khawatir nanti ada masalah. Tolong sekolah yang lain dulu yang diliput ya Pak,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deni, yang dikonfirmasi terkait perkembangan rehabilitasi SDN Kaum Hegarmanah pada Senin (22/6/2026), hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.
Sikap tertutup terkait pelaksanaan rehabilitasi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Mengingat kondisi sekolah
sebelumnya sempat menjadi perhatian publik, proses pembangunan diharapkan dapat berlangsung secara terbuka dan transparan sehingga menghasilkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Reporter : Rzl






