mediakrimsustnipolri.com

Bogor, 20 Juni 2026 – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia BPI KPNPA RI Bogor mendesak Bupati Bogor untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam perencanaan kegiatan penanaman pohon di ruas Jalan Bojonggede–Kemang Bomang.

Desakan muncul setelah pohon yang baru ditanam dalam seremoni penghijauan beberapa waktu lalu justru dicabut kembali akibat pekerjaan penggalian jalan di lokasi yang sama. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya koordinasi, minimnya perencanaan, serta tidak adanya sinkronisasi antar Perangkat Daerah OPD dalam menjalankan program pembangunan.

Ketua BPI KPNPA RI Bogor Rizwan Riswanto menilai peristiwa tersebut tidak seharusnya terjadi jika sejak awal terdapat perencanaan matang dan komunikasi baik antar instansi.

“Ini bukan sekadar persoalan pohon yang dicabut, tetapi menunjukkan kegagalan proses perencanaan. Kami minta Bupati Bogor segera mengevaluasi seluruh pihak yang terlibat, mulai perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Jangan sampai kelalaian seperti ini berulang dan merugikan masyarakat,” tegas Rizwan, Jumat 20/6/2026.

*Soroti Dana CSR & Transparansi Anggaran*

Rizwan menambahkan, jika kegiatan penghijauan menggunakan dana Corporate Social Responsibility CSR, maka efektivitas penyalurannya perlu dipertanyakan. Pohon yang baru tumbuh harus dicabut kembali akibat proyek lain yang seharusnya bisa dipetakan sejak awal.

“Program yang seharusnya memberi manfaat jangka panjang justru berakhir sia-sia karena tidak didukung perencanaan terintegrasi. Hal seperti ini tidak boleh dianggap kesalahan biasa,” ujarnya.

BPI KPNPA RI Bogor meminta Pemkab Bogor membuka secara transparan sumber pendanaan kegiatan tersebut, baik dari APBD maupun dana CSR, agar masyarakat mendapat kejelasan penggunaan anggaran.

“Jangan sampai penghijauan hanya jadi seremoni pencitraan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah program yang direncanakan baik, memberi manfaat nyata, dan menggunakan anggaran bertanggung jawab. Kami harap Bupati segera ambil tindakan tegas lewat evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tutup Rizwan. ( Anwar )