mediakrimsustnipolri.com

TANJUNG PRIOK – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia yang dipimpin Ketua Umum RPA Indonesia Jeannie Latumahina menggelar kegiatan sosial dan pendidikan di Rumah Belajar Blessing Course, Tanjung Priok, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, RPA Indonesia membagikan alat tulis berupa buku dan pulpen kepada anak-anak. Kegiatan juga diisi dengan permainan dan sosialisasi yang mendorong anak untuk berani berbicara, melawan dan melaporkan apabila mengalami kekerasan, perundungan (bullying), maupun tindakan yang merugikan mereka.

“Kami mengajak setiap anak untuk berani berbicara tentang kebenaran maupun kesalahan. Anak harus dibiasakan untuk jujur, berani menyampaikan apa yang dialami, dan berani meminta maaf. Ini penting untuk membangun karakter sejak dini,” ujar Jeannie Latumahina.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPP RPA Indonesia, antara lain Roy Sairlela, Desi Balubun, Yoyoh, Yanti, Anton, Asriani, Yusuf Pradika, Zidan, Tiwul, Marnih, dan Yeyen, serta pengurus DPD RPA Indonesia Jakarta Utara.

Rumah Belajar Blessing Course yang diketuai Ida Sapulete merupakan sekolah gratis yang terbuka bagi anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk anak dari keluarga kurang mampu dan anak yang sempat putus sekolah. Para peserta mendapatkan pembelajaran Matematika dan Bahasa Inggris secara gratis.

Jeannie Latumahina mengapresiasi keberadaan Rumah Belajar Blessing Course dan mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan di lingkungan DPW dan DPD RPA Indonesia di berbagai daerah.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan,” tegas Jeannie.

Melalui kegiatan ini, RPA Indonesia menegaskan komitmennya untuk hadir secara nyata dalam mendukung pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang anak.

Red