mediakrimsustnipolri.com

Sukabumi  – 9 Juni 2026 – Di tengah budaya saling bantu yang sering disalahartikan sebagai harus mengorbankan diri, Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H. mengangkat tema penting: _“Berbuat Baiklah, Tapi Jangan Hilangkan Dirimu”_. Kampanye ini mengajak masyarakat memahami seni menjaga batasan diri dari perspektif ajaran Islam dan ilmu psikologi modern.

Melalui infografis edukatif yang baru dirilis, Oki Prasetiawan menegaskan bahwa berbuat baik dan membantu sesama adalah perbuatan mulia yang sangat dianjurkan. Namun kebaikan menjadi tidak benar dan tidak bermanfaat jika dilakukan dengan cara mengorbankan diri sendiri hingga lelah, tersakiti, kehilangan harga diri, atau kehilangan kebahagiaan.

*3 Landasan Utama Berdasarkan Dalil & Hadis:*

1. *Dirimu Punya Hak yang Wajib Dipenuhi* – Merujuk HR. Bukhari no. 1968, Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa tubuh, jiwa, waktu, dan keluargamu punya hak atas dirimu.

2. *Larangan Merugikan Diri Sendiri* – Berdasarkan kaedah fikih “La darar wa la dirar” HR. Ibnu Majah no. 2341, segala perbuatan yang mendatangkan bahaya termasuk berbuat baik berlebihan, dilarang agama.

3. *Urutan & Skala Prioritas Kebaikan* – HR. Muslim no. 997 mengajarkan: “Mulailah dengan dirimu sendiri, lalu orang yang dekat…” Kamu tidak bisa menuangkan air dari teko yang kosong.

*Pesan Kunci untuk Kesehatan Mental:*

Kampanye ini juga menyoroti bahwa menjaga batasan diri _boundaries_ adalah bentuk _self-care_ yang sehat, bukan keegoisan. Mengatakan “tidak” dengan sopan dan tegas, menghindari _people pleasing_, serta memprioritaskan ibadah, istirahat, dan kesehatan adalah syarat agar kebaikan bisa berkelanjutan dan bermanfaat bagi orang lain.

“Berbuat baiklah dengan tulus, tetapi lakukan dengan bijak. Berikan kasih sayang seluas-luasnya, namun simpanlah cukup juga untuk dirimu sendiri. Ingatlah: Dirimu juga berharga, dan kamu pun berhak diperlakukan dengan baik,” ujar Oki Prasetiawan.

*Tentang Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H.*

Oki Prasetiawan aktif menyuarakan pesan-pesan seimbang antara ajaran Al-Qur’an dan Sunnah, akal sehat, serta kesehatan mental. Tujuannya: membentuk pribadi yang bermanfaat, berkelanjutan, dan diridhai Allah.

*Jadilah Orang Baik, Tetapi Jangan Hilangkan Dirimu Dalam Kebaikan.*