
mediakrimsustnipolri.com
Sukabumi – Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekarjaya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, kini menjadi sorotan warga. Alih-alih menjadi motor penggerak ekonomi desa, BUMDes tersebut justru dinilai berjalan tanpa arah yang jelas.
Sejumlah warga mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan, terutama terkait anggaran yang disebut terus bergulir setiap tahun, namun tidak diiringi dengan perkembangan usaha yang nyata.
“Kami tidak pernah tahu BUMDes ini sebenarnya menjalankan usaha apa. Hasilnya bagaimana, juga tidak pernah dijelaskan. Semuanya seperti tertutup,” ungkap salah satu warga, Senin (6/4/2026).
Keresahan ini bukan tanpa alasan. Sejak awal dibentuk, BUMDes diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun hingga kini, manfaat tersebut dinilai belum dirasakan.
“Harapannya besar, tapi realitanya nihil. Tidak ada dampak signifikan bagi warga,” kata warga lainnya.
Sorotan warga juga mengarah pada alokasi anggaran yang disebut terus dikucurkan. Minimnya keterbukaan dinilai berpotensi memicu kecurigaan di tengah masyarakat.
“Kalau memang ada anggaran, harus jelas dipakai untuk apa. Jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton tanpa tahu ke mana uang itu digunakan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Mekarjaya, Utom Bustomi, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/4/2026), memberikan klarifikasi terkait isu anggaran BUMDes yang beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pada tahun 2025 tidak terdapat penganggaran untuk BUMDes Mekarjaya. Menurutnya, penambahan modal terakhir dilakukan pada tahun sebelumnya.
“Tahun 2025 tidak menganggarkan. Yang ada itu di tahun 2024, berupa penambahan modal untuk BUMDes,” jelas Utom.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam keresahan warga. Mereka tetap berharap adanya keterbukaan lebih lanjut, termasuk laporan kegiatan usaha dan penggunaan anggaran secara rinci.
Warga juga mendesak pemerintah desa untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan BUMDes, agar fungsi utamanya sebagai penggerak ekonomi desa benar-benar dapat dirasakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait jenis usaha yang dijalankan maupun perkembangan bisnis BUMDes Mekarjaya secara detail.
Reporter: AFRIZAL







