mediakrimsustnipolri.com

SUKABUMI – Kondisi jalan nasional di wilayah Kampung Tanyakan Baed, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, dikeluhkan warga akibat kerusakan parah dan minimnya penerangan jalan umum (PJU). Jalan yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata Pelabuhanratu tersebut dilaporkan mengalami amblesan cukup dalam dan rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. (  20/12/2025).

Seorang warga setempat, Eli Nurnandi yang akrab disapa Abah Keling, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan sudah terjadi sejak hampir sepekan terakhir. Awalnya hanya berupa retakan kecil, namun akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, kerusakan semakin parah hingga menyebabkan badan jalan ambles.

“Retakan awalnya tidak terlalu dalam, tapi puncaknya terjadi Jumat kemarin. Sekarang amblesannya cukup dalam dan sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Abah Keling saat ditemui di lokasi, Sabtu malam.

Menurutnya, kedalaman amblesan diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 sentimeter. Kondisi tersebut sangat berisiko, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas tanpa mengetahui adanya kerusakan, terlebih karena situasi jalan yang gelap.

“Kalau motor tidak tahu dan tiba-tiba kena amblesan, sangat memungkinkan jatuh. Sudah sering kejadian kecelakaan di sini,” katanya.

Ia juga menyoroti tidak berfungsinya PJU di sepanjang ruas jalan tersebut. Lampu penerangan yang sebelumnya ada, kini sudah lama tidak menyala akibat kabel putus dan kerap tertabrak kendaraan. Hingga saat ini, belum terlihat penanganan serius terkait penerangan jalan di lokasi tersebut.

Abah Keling mengapresiasi adanya penjagaan dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan sementara guna mengantisipasi kecelakaan, khususnya bagi kendaraan yang melintas menuju Pelabuhanratu. Namun, ia menilai penanganan perbaikan jalan belum maksimal.

“Kemarin sudah ada penanganan, tapi mungkin karena keterbatasan alat dan material, pengerjaannya belum tuntas,” ujarnya.

Sebagai warga yang tinggal dekat dengan lokasi, Abah Keling mengaku bersama relawan turut berjaga secara swadaya, terutama pada malam hari dan akhir pekan, mengingat tingginya arus kendaraan wisatawan.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan penanganan khusus terhadap kerusakan jalan dan PJU di lokasi tersebut. “Kami mohon ada perhatian serius, karena ini jalan nasional dan sering terjadi kecelakaan, apalagi kendaraan berat juga sering melintas,” pungkasnya.

Reporter:Asep lodaya/Agus teja