Mediakrimsustnipolri.com

Jakarta ,3 November 2026 — Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD RPA Indonesia Jakarta Utara, Ida Sapulette, beserta seluruh jajaran pengurus, termasuk Lely, Martha, dan lainnya, serta pengurus DPP RPA Indonesia, Desi Balubun, Roy Sairlela, dan Paulus Tutuarima, atas kerja keras dan pendampingan terhadap kasus pendidikan ananda Louis, siswa SMP Strada St. FX 1 Jakarta Utara.

Menurut Jeannie, perjuangan memastikan Louis kembali memperoleh hak pendidikan merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab RPA Indonesia terhadap masa depan anak.

Jeannie menjelaskan, upaya pendampingan tersebut telah melalui mediasi yang difasilitasi Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara pada 5 Oktober 2026.

Pertemuan yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, Sudin Pendidikan Jakarta Utara, dan RPA Indonesia itu menghasilkan kesepakatan tertulis sebagai langkah untuk membuka kembali komunikasi dan mencari solusi terbaik bagi pendidikan Louis.

Kini, Louis mulai mengikuti pembelajaran melalui program homeschooling sebagai alternatif agar proses pendidikannya tetap berjalan setelah mengalami masa tidak bersekolah.

Menurut Jeannie, homeschooling memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dengan waktu dan pendekatan yang lebih fleksibel, sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing.

Program ini diharapkan dapat membantu Louis membangun kembali semangat belajar, kepercayaan diri, kemampuan akademik, dan kemandiriannya. Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena seorang anak menghadapi hambatan dalam perjalanan sekolahnya.

Sementara itu, Ketua DPD RPA Indonesia Jakarta Utara, Ida Sapulette, menjelaskan bahwa homeschooling memiliki keunggulan melalui pembelajaran yang lebih personal dan suasana belajar yang dapat disesuaikan dengan kondisi anak.

Namun, program ini juga memiliki tantangan, terutama keterbatasan interaksi dengan teman sebaya dan kesempatan bersosialisasi.

Karena itu, diperlukan pendampingan pendidik yang kompeten, evaluasi perkembangan belajar, kegiatan sosial, serta kepastian legalitas penyelenggara dan pengakuan hasil belajar.

RPA Indonesia berharap homeschooling menjadi jembatan bagi Louis untuk membangun kembali masa depannya dan memastikan hak pendidikannya tetap terpenuhi. ( red)

RPA INDONESIA
Bergerak dengan Hati, Mendidik dengan Aksi, Melayani dengan Nyata.