mediakrimsustnipolri.com
SUKABUMI – Pembangunan Alun-Alun Cibadak yang berlokasi di kawasan Lapang Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, menjadi perhatian setelah sebuah kendaraan truk molen atau alat berat pengangkut sekaligus pengaduk beton terguling di area proyek, Selasa (3/11/2026), sekitar pukul 14.35 WIB.
Insiden tersebut terjadi di tengah berlangsungnya aktivitas pembangunan fasilitas publik yang menggunakan anggaran APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun cukup membuat panik pekerja dan warga sekitar lokasi proyek.
Menariknya, pada hari yang sama, Bupati Sukabumi melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan Alun-Alun Cibadak selepas menghadiri kegiatan di RSUD Sekarwangi. Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana yang tidak biasa, lantaran di lokasi pembangunan terdapat insiden kendaraan truk molen yang terguling dan amblas di area galian drainase.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap pelaksanaan pembangunan, khususnya menyangkut aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengawasan teknis, serta kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh para pekerja. Pasalnya, proyek ruang publik yang diharapkan menjadi ikon baru Cibadak ini harusnya memberikan contoh penerapan standar konstruksi yang aman dan profesional.
Insiden ini tidak hanya menyisakan pertanyaan mengenai penyebab tergulingnya kendaraan berat, apakah akibat kondisi tanah labil, beban berlebih, atau kelalaian prosedur, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan.
KABID PKP RUDI ABDULLAH TURUN LANGSUNG, SIAPKAN EVALUASI
Menindaklanjuti laporan mengenai insiden tersebut, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kabid PKP), Rudi Abdullah, turut melakukan pengecekan langsung ke lokasi bersama tim teknis. Kehadirannya menjadi bukti respons cepat dinas teknis terhadap laporan di lapangan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Rudi Abdullah menjelaskan bahwa dirinya datang setelah menerima laporan mengenai kendaraan truk molen yang mengalami amblas di area pekerjaan drainase yang sedang dibuat.
“Kenapa saya ke sini? Saya mendapatkan laporan ada kejadian truk molen yang amblas karena kemungkinan jaringan drainase yang sedang dibuat. Saya coba melakukan crosscheck terlebih dahulu, sekaligus mengevaluasi pelaksanaannya, bagaimana program keselamatan kerjanya. Nanti kita evaluasi lebih lanjut,” ungkap Rudi Abdullah di lokasi.
Ia mengatakan bahwa pengecekan tersebut merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Bersama tim teknis, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pekerjaan maupun penerapan keselamatan kerja oleh penyedia jasa. Penyebab pasti insiden tersebut masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis agar tidak terjadi kesimpulan yang prematur.
PENGGUNAAN APD PEKERJA JADI PERHATIAN SERIUS
Selain insiden truk molen yang terguling, aspek penggunaan alat pelindung diri (APD) juga menjadi sorotan awak media di lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat sebagian pekerja belum menggunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap saat menjalankan aktivitas konstruksi. Ada yang tidak memakai helm proyek, tidak memakai rompi keselamatan, hingga sepatu kerja yang tidak standar. Padahal spanduk besar di lokasi dengan jelas menyebutkan bahwa proyek ini telah menjamin keselamatan kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut, Rudi Abdullah mengakui bahwa penggunaan APD masih perlu mendapatkan perhatian serius dan tidak bisa ditawar.
“Nah, kita pasti akan melaksanakan evaluasi. Dalam satu minggu ini kita akan menggelar rapat evaluasi. Kita coba nanti membuat surat teguran kepada penyedia. Saya juga melihat hanya sebagian yang memakai APD, sedangkan APD itu merupakan hal penting bagi keselamatan. Kita akan melaksanakan evaluasi dengan penyedia nantinya,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa penerapan K3 di lokasi proyek perlu mendapatkan pembenahan total. Penggunaan helm keselamatan, rompi, sepatu pelindung, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya bukan sekadar pelengkap pekerjaan, melainkan bagian penting dari perlindungan tenaga kerja dan kewajiban kontraktor sesuai kontrak.
Rencana rapat evaluasi dan surat teguran kepada penyedia jasa diharapkan segera ditindaklanjuti agar seluruh pekerja mendapatkan perlindungan sesuai standar keselamatan konstruksi dan tidak ada lagi insiden serupa.
PROYEK RP4,6 MILIAR, TRANSPARANSI DAN PENGAWASAN DIPERTANYAKAN
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan Alun-Alun Cibadak merupakan pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.
Adapun informasi pekerjaan tercatat sebagai berikut:
– Nama pekerjaan: Pembangunan Alun-Alun Cibadak
– Lokasi: Lapang Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi
– Nilai kontrak: Rp4.678.434.000
– Sumber dana: APBD Kabupaten Sukabumi TA 2026
– Pelaksana: PT Haruman Buana Agung
– Tanggal SPMK: 28 September 2026
– Waktu pelaksanaan: 90 hari kalender
Di area proyek juga terpampang spanduk yang menyatakan bahwa seluruh pekerja konstruksi mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan.
Namun, perlindungan jaminan sosial tersebut harus diimbangi dengan penerapan keselamatan kerja secara nyata di lapangan. Insiden tergulingnya truk molen menjadi bahan evaluasi penting bagi kontraktor, konsultan pengawas, serta dinas teknis terkait. Pemeriksaan perlu mencakup kondisi tanah, pekerjaan jaringan drainase, prosedur pengoperasian kendaraan berat, hingga pengawasan keselamatan di lingkungan proyek.
MEDIA DORONG EVALUASI MENYELURUH
Dalam kesempatan tersebut, Rudi Abdullah juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan media yang telah memberikan informasi mengenai kondisi di lapangan. Menurutnya, masukan media menjadi salah satu dasar bagi dirinya untuk melakukan pengecekan langsung dan tidak hanya mengandalkan laporan dari pelaksana.
Awak media berharap kunjungan dan evaluasi yang dilakukan pihak terkait dapat menghasilkan langkah konkret, bukan hanya sebatas peninjauan lapangan seremonial.
PT Haruman Buana Agung selaku pelaksana pekerjaan juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi tergulingnya kendaraan truk molen, penyebab kejadian, serta langkah penanganan dan pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Kunjungan Bupati Sukabumi ke lokasi pembangunan selepas kegiatan di RSUD Sekarwangi, ditambah insiden truk molen yang terjadi pada hari yang sama, menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kondisi pelaksanaan pembangunan di lapangan.
Pembangunan fasilitas publik harus berjalan seiring dengan kualitas pekerjaan, transparansi penggunaan anggaran, pengawasan yang ketat, serta jaminan keselamatan bagi seluruh pekerja. Jangan sampai pembangunan yang menggunakan uang rakyat justru mengabaikan aspek keselamatan tenaga kerja dan kualitas konstruksi. ( resi)







