mediakrimsustnipolri.com
SIMALUNGUN, 2 Agustus 2026 – Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Batu Nanggar menunjukkan kesigapan dalam menangani laporan penemuan mayat seorang penumpang bus di Pintu Keluar Tol Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/8/2026) sekira pukul 13.45 WIB.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba menyebut penanganan cepat ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, sejalan dengan komitmen Polres Simalungun dalam memberikan pelayanan yang berintegritas dan humanis.
Kapolsek Dolok Batu Nanggar Iptu Rido V. Pakpahan, http://S.Kom., M.H., menjelaskan korban bernama Aditya Angga Cassano Sihombing, 21 tahun. Korban merupakan penumpang bus Poda Nauli jurusan Medan-Sibolga yang terjatuh dan meninggal dunia saat hendak berpindah bus, karena bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin di Pintu Keluar Tol Sinaksak.
“Kapolsek Dolok Batu Nanggar mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang penumpang bus Poda Nauli yang tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di pintu keluar Tol Sinaksak saat hendak berpindah bus,” ujar Iptu Rido V. Pakpahan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda L. Radot Siagian, S.H., bersama personel Pos Polisi Sinaksak dan personel piket untuk mendatangi TKP.
“Saya memerintahkan Kanit Reskrim, personel Pos Pol Sinaksak, dan personel piket untuk segera mendatangi TKP begitu menerima informasi tersebut,” ucapnya.
Di lokasi, petugas menemukan jenazah laki-laki dalam posisi terlentang di samping pos keamanan Pintu Tol Sinaksak, mengenakan hoodie putih dan celana training abu-abu berlist putih hitam.
Berdasarkan keterangan sopir bus, tiket korban dipesankan keluarganya dari Sibolga. Petugas loket sempat menolak keberangkatan karena melihat kondisi kesehatan korban melemah, namun korban tetap memaksa berangkat.
“Berdasarkan keterangan saksi, petugas loket sebenarnya sudah berusaha menolak keberangkatan korban karena melihat kondisi kesehatannya yang melemah, namun korban tetap memaksa untuk berangkat,” ungkap Iptu Rido.
Saat penumpang dipindahkan ke bus pengganti, korban tiba-tiba terjatuh dan tergeletak di jalan. Penumpang dan saksi mengevakuasi korban ke samping pos security. Petugas medis Tol Sinaksak yang datang menyatakan korban telah meninggal dunia. Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Barang bukti yang diamankan antara lain tas sandang berisi berkas seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban, obat-obatan, charger, parfum, kunci gembok, sepasang sandal, serta dua unit ponsel merek Oppo dan iPhone.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar menggunakan ambulans PT HK untuk identifikasi lebih lanjut, termasuk pengambilan sidik jari oleh Tim Inafis Polres Simalungun.
“Berdasarkan pemeriksaan luar di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya,” ujar Iptu Rido.
Pihak keluarga korban telah tiba di RSUD Djasamen Saragih dan menerima bahwa almarhum meninggal karena sakit yang diderita.
“Perwakilan keluarga sudah tiba untuk pengurusan jenazah, dan pada intinya keluarga dapat menerima bahwa almarhum memang meninggal disebabkan sakit parah,” tutupnya.
Proses penanganan jenazah masih dilakukan RSUD Djasamen Saragih dan akan diberangkatkan ke Sibolga setelah administrasi selesai. Kasus ini dikategorikan kejadian non-pidana. Penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.
Kesigapan Polsek Dolok Batu Nanggar menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat, tanggap, dan humanis kepada masyarakat, sejalan dengan semangat _Kami Siap, Kami Semangat, Pengabdian Terbaik, Salam Presisi. ( red)
Sumber : Humas Polres Simalungun





